Rabu, 15 Februari 2012

Pelangi Di Awal Tahun 2012 (Part I)

      Setiap manusia pasti memiliki mimpi, memiliki sebuah keinginan. Perjalanan menuju mimpi itu pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Ibarat seperti Pelangi. Sebelum menampakkan wujud dan warnanya yang begitu indah, akan ada badai dan hujan yang muncul. Mungkin seperti itulah sebuah catatan perjalananku di awal tahun 2012 ini di bulan Januari. Ketika Tuhan membukakan jalan buatku melalui MPM Al Iqra untuk bisa mewujudkan salah satu mimpiku, yaitu bertemu langsung dengan Mbak Oki Setiana Dewi. Seorang sosok aktris muslimah yang begitu aku kagumi ( dalam batas sewajar manusia ) karena penampilannya yang begitu lain daripada yang lain dengan sosok aktris lainnya. Dengan tetap menggunakan pakaian dan balutan jilbab yang syar'i, Mbak Oki Setiana Dewi bisa menjadi sosok wanita yang mencetak begitu banyak prestasi di dunia entertainment. Pengetahuannya yang lebih di bidang agama membuatku semakin begitu mengagumi sosok itu, apalagi ketika aku membaca buku "Melukis Pelangi" karangan beliau. Sungguh sebuah perjalanan hidup yang memberikan sangat banyak inspirasi dan motivasi.
          Selama Empat bulan aku dan panitia lainnya telah bekerja keras untuk mempersiapkan kegiatan Bedah Buku "Melukis Pelangi" yang dilaksanakan pada hari Ahad, 22 Januari 2012. Ini merupakan event terbesar pertama yang diadakan oleh Divisi Kemuslimahan MPM Al Iqra, bahkan untuk MPM Al Iqra itu sendiri. MPM Al Iqra sebuah Lembaga Dakwah Fakultas Mahasiswa - mahasiswi yang ada di Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako tempatku bernaung selama ini. Bukanlah kegiatan namanya jika tak ada masalah. Namun kadang hanya bagaimana caranya kita meminimalisir masalah - masalah yang ada. Mungkin seperti inilah, semakin tinggi sebuah pohon, semakin besar pula angin yang akan menerpanya. Maka begitu pula dengan kegiatan ini. Ya, semakin besar sebuah kegiatan, maka akan semakin besar resiko dan masalah yang akan dihadapi. Menjelang H-2, masalah demi masalah pun semakin banyak muncul. Dimulai dari jadwal acara yang belum juga fix, tiket yang masih banyak beredar yang ujung - ujungnya berakibat ke dana dan yang terparah adalah banyak panitia yang sudah tumbang alias sakit. Mau tak mau, aku dan teman - teman lain sebagai Sterring Committe kegiatan mengambil alih pekerjaan. Belum lagi, ketika malam keesokan kegiatan, salah satu ibu pihak pengelola gedung yang begitu plin plan mengurangi salah satu fasilitas penting yang akan kami gunakan di gedung. Oh Tuhan, hanya Dia yang maha tahu bagaimana lelahnya fisik dan batin kami. Kembali aku menasehati dan mencoba menguatkan diriku sendiri. Bahwa bukankah Allah telah menegaskan berkali - kali dalam Surah Al Insyirah, di balik kesulitan ada kemudahan. Bukankan Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya ? Man Jadda Wa Jada, siapa yang bersungguh - sungguh, maka dapatlah ia. Kembali kepada niat, bahwa kegiatan ini semata - mata untuk mengharap ridha Allah SWT, sebagai salah bentuk syiar menyebar kebaikan. Benar saja, bahwa Allah memberikan pertolongan - pertolongannya melalui jalan yang tak kami duga. Jika ada orang jahat, maka ada orang baik. Salah satu ibu pihak pengelola gedung, yang berhati mulia. Entah siapa namanya, aku juga tidak tahu. Beliau begitu baik, membantu kami untuk menyelesaikan permasalahan gedung yang ada.
             Sabtu, 21 Januari 2012 menjadi awal pengalamanan yang tak terlupakan bagiku. Pukul 22.00 aku dan teman - teman panitia lainnya telah berada di Bandara Mutiara Palu. Untuk apalagi kalau bukan untuk menjemput Mbak Oki Setiana Dewi dan Manajernya Mbak Ridha. Hatiku begitu deg-degan, tanganku rasanya sangat dingin ketika melihat di layar pengumuman kedatangan Batavia Air Jkt-Palu telah tiba. Aahhh, rasanya seperti mimpi. Beberapa menit lagi, aku akan melihat langsung sosok yang selama ini hanya bisa aku lihat melalui layar TV dan dunia maya. Kami berdiri dekat pintu keluar penumpang. Suasana bandara malam itu begitu ramai. Nah itu dia, akhirnya sosok yang kami tunggu - tunggu telah nampak. Karena begitu ramai, aku belum sempat melihat jelas wajah Mbak Oki. Kami langsung mengambil barang bawaan mereka dan mengantarkan ke mobil. Karena saking terlalu hebohnya kami, justru malah mengundang perhatian orang - orang di bandara, hehehe. Mobil pun meluncur ke gedung dengan dkawal sebuah mobil polisi dan mobil panitia. Sesampai di hotel, kami mengantar Mbak Oki untuk registrasi di lobi hotel terlebih dahulu. Suasana hotel kala itu sangat tenang, tidak begitu ramai. Sambil menunggu registrasi, aku memperhatikan Mbak Oki yang berada di sebelahku. Subhanallah, cantik sekali wanita ini Ya Allah, lebih cantik dari yang biasa aku lihat. Wajahnya tak setembem seperti yang biasa aku lihat. Tubuhnya tinggi dan agak kurus. Tiba - tiba lamunanku buyar ketika temanku Ukhti Yuli yang juga Ketua Panitia kegiatan,,,,
Bersambung,,, hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar